[Psikologika] Mengutil = Gangguan Psikologis

[Psikologika] Mengutil = Gangguan Psikologis

Apa kleptomania itu? Kleptomania adalah sebuah gangguan psikologis yang ditandai dengan kebiasaan mencuri barang-barang remeh dan tidak esensial secara kompulsif dan tidak terkendali. Persebaran penderita kleptomania pada populasi kira kira 6 dari 1000 penduduk, dan gangguan ini lebih banyak terjadi pada penderita gangguan psikologis lain. Pada umumnya, gangguan ini dikaitkan dengan gangguan kecemasan, gangguan suasana hati, dan impulsifitas tinggi.

Penyebab patofisiologis dari kleptomania belum diketahui, sedangkan penyebab neurologis yang pernah dikaitkan dengan gangguan ini antara lain: epilepsi, demensia pada lobus temporal depan, trauma kepala, terjadi luka pada otak, dan efek samping hormon SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor). Adapun penyebab psikologisnya antara lain dikemukakan oleh mazhab psikoanalisis dan behaviorisme. Mazhab psikoanalisis mengaitkan kleptomania dengan kehilangan masa kecil atau penekanan secara seksual, sedangkan behaviorisme memandang gangguan ini sebagai perilaku adiktif.

Penanganan yang telah teruji sejauh ini yaitu naltrexon guna menurunkan gejalanya serta topiramat dalam mengelola perilaku impulsif. Di masa mendatang, terapi behavioral kognitif mungkin akan efektif dalam mengatasi kleptomania.

Talih, Farid R. 2011. Kleptomania and Potential Exacerbating Factors

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns

[Psikologika] Kepribadian dan Motivasi Kerja

Kepribadian sama motivasi kerja, berhubungan gak sih?

Nah temen2 pasti tau kan apa itu teori Big Five Personality? Yak bener banget BFP adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia yang tersusun dalam lima buah domain kepribadian yaitu extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuoriticism, openness to experiences.

Dan 3 teori utama motivasi kinerja adalah goal-setting, expectancy, dan motivasi self-efficacy

Ternyata dalam penelitian tymothy dan Remus mengungkapkan bahwa big five personality merupakan sumber penting motivasi kinerja. Dan yang paling bisa meningkatkan motivasi kerja adalah orang dengan kepribadian neurotism dan Conscientiousness.

Neurotism yang berkorelasi paling besar dengan goal setting-motivation.
Neurotisim dan conscientiousnessĀ  berkorelasi paling besar dengan expentancy motivation. Sedangkan Extravertion berkorelasi paling besar dg self eficacy-motivation

So tipe sepertia apakah kalian? Selamat meningkatkan motivasi kerjašŸ™Œ

Sumber :

Timothy A. Judge and Remus Ilies, 2002, Relationship of Personality to Performance Motivation: A Meta-Analytic Review, America:Journal of Applied Psychology
2002, Vol. 87, No. 4, 797ā€“807

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns

[Psikologika] Neurobic? Demensia? Apa Kaitannya?

[Psikologika] Neurobic? Demensia? Apa Kaitannya?

Dunia abad 21 menghadapi fenomena meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia di tiap negara. Salah satu ancaman serius untuk kaum lansia ini adalah demensia, yaitu berkurangnya fungsi memori secara drastis akibat kematian neuron di areal korteks dan hipotalamus pada otak. Kerugian akibat demensia di AS saja diperkirakan sebesar 640 miliar dolar per tahun. Tapi, kini ada sebuah alternatif cara untuk mencegah demensia dan memperbaiki kondisi penderitanya, yaitu NEUROBICS!

Apa itu neurobics? Neurobics adalah seperangkat latihan otak yang melibatkan indera dan perasaan dengan mengubah pola hidup sehari-hari.

Sebuah studi di Thailand mencoba mempraktikkan neurobics pada sekelompokĀ  lansia wanita penderita demensia. Hasilnya, para peserta menunjukkan hasil yang lebih baik secara signifikan. Mengapa??? Karena, dalam neurobics, subjek dilatih untuk mengombinasi pemakaian dua atau lebih indera berbeda setiap hari selama berulang ulang. Perlakuan ini menstimulasi fungsi areal lobus (frontal, parietal, occipital, temporal), diensefalon, dan sistem limbik. Selain itu, neurobics termasuk aktivitas kognitif, yang mampu mengefektifkan stimulasi bagian otak yang mengatur fungsi ingatan dan pemrosesan informasi. Neurobics juga dikemas dalam bentuk-bentuk kegiatan yang santai dan menyenangkan, sehingga peserta merasa rileks dan gembira.


Referensi:
Kanthamlee, Saifon dan Sripankaew, Kanid. (2013). Effect of neurobic exercise on memory enhancement in the elderly with dementia. Journal of Nursing Education and Practice, 4(3).

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns