[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

Apakah kamu tahu ada salah satu gangguan psikologi yang namanya OCD?
Apa sih OCD itu? πŸ€”

OCD atau Obsessive Compusive Disorder adalah gangguan psikologi yang terdiri dari sikap dan pemikiran yang berulang, dan dorongan yang tidak tertahankan bagi individu.
OCD menampakkan gejala higienis yang berlebihan, mengecek segala sesuatu secara berulang-ulang, dan menginginkan semua berjalan tepat tanpa ada kesalahan.
Wah wah wahh.. tapi biasanya orang-orang penyandang OCD itu bagaimana ya? ❓❓
Penyandang OCD dikenal dengan sikap yang tertutup, sensitive, tidak toleran, tidak suka humor, dan sukar berteman.
Penyebab OCD sendiri apa yaa?
Sebenarnya, ada banyak hal yang mungkin menyebabkan OCD. Bisa dari lingkungan, didikan, dan pola asuh orang tua memberi pengaruh terhadap berkembangnya OCD dalam diri seseorang.

Wah jangan-jangan aku OCD 😱

Tenanggg
Kalau ada kecenderungan untuk selalu mengecek sesuatu secara berulang-ulang, membersihkan sesuatu secara berlebihan, merapihkan barang sesuai susunannya jangan langsung dijustifikasi sebagai OCD yaa. Karena, dalam memutuskan suatu gangguan psikologis perlu profesional (psikolog). Kalau kamu merasa ada gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas, cari bantuan dan jangan mendiagnosa diri sendiri yaaa 😊

Referensi: Amdan, Prama Yudha, dkk. (2012). β€œKonstruksi Identitas Sosial Penyandang Obsessive Compulsive Disorder”. Jurnal UNPAD. 1(1):1-17

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

Ingat kasus yang menimpa Ahok, Habib Rieziq, Pasangan yang disangka mesum lalu dihakimi? Apa pemicu kasus-kasus tersebut?

Komunikasi.

Tahukah bahwa komunikasi tak selalu efektif?

Ujaran kebencian adalah salah satu penghambat komunikasi efektif.

4 faktor pemicu ujaran kebencian:

  1. Loyalitas terhadap individu/kelompok
  2. Adanya interest/kepentingan tertentu
  3. Lemahnya/lambatanya penegakan hukum
  4. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum

Ujaran kebencian dapat menjadi berbahaya karena dapat dapat menjadikan perekusi di dunia nyata.

Hasil pendataan Southeast Asia Freedom Of Expressuon Network menunjukkan hasil sebagai berikut:

Januari 2017, 7 kasus persekusi; Februari 2017, 3 kasus persekusi; Maret 2017, 3 Kausu persekusi; April 2017, 13 kasus persekusi; Mei 2017, 43 kasus persekusi.

Penyebarannya:

Januari 2017 : beberapa kota di Jawa,

Februari 2017 :keΒ  kalimantan,

Maret-April 2017: ke Sumatera,

Mei 2017 : hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Ujaran kebencian dan persekusi diatur dalam kajian yuridis, meskipun dalam UU maupun KUHP tidak secara terang-terangan menyebutkan perihal kata “ujaran kebencian” ataupun “persekusi”.

Ujaran kebencian diatur dalam :

– UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

– UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Persekusi diatur dalam :

– Pasal 351 KUHP

– Pasal 170 KUHP

Ayo kita jadi warganet yang BIJAK :

  • Berpendapat secara dewasa
  • Ilmu media literasi terapkan dengan baik, pastikan sumber informasi dapat dipercaya.
  • Jangan mudah termakan emosi dan melontarkan kalimat-kalimat β€œnyinyir”
  • Aksi main hakim sendiri, bendung dan cegah.
  • Kritis, tabayyun, jangan mudah termakan hoax dan provokasi

Β 

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Apanya yang tutup?πŸ€” Wah ternyata Taman Cerdas udah mau penutupan nih semester iniπŸ˜„
Jangan lewatkan CLOSING TC besok. Sst! Bakal ada yg beda loh!

Tanggal : Rabu, 23 Mei 2018
Waktu : 15.30 – 17.00 WIB
Tempat : Taman Cerdas Pucangsawit
Kegiatan :
βœ“ Closing TC
βœ“ Bagi-bagi takjil
βœ“ Dan ada kolaborasi bareng @doingproject (Gerakan sosial “Dongeng Keliling Project”)

Seru kan? Jangan ragu, ayok dateng, kami tunggu yaπŸ€—

#ClosingTC
#SocialLeader
#DaretoInspire

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
Line: @himapsiuns
IG: @psikologi_uns
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA]  Internet membuatku Kesepian

[PSIKOLOGIKA] Internet membuatku Kesepian

Aku punya banyak temen di Facebook

Instagramku yang follow beratus-ratus bahkan.

Notifikasiku gak pernah sepi!

Tapi,

Yakin kamu gak kesepian?

Yakin kalo temenmu di dunia maya itu temenmu beneran?

Ternyata, berbagai studi menemukan bahwa penggunaan internet yang berlebihan berhubungan dengan peningkatan level depresi dan kesepian, dan menurunkan level interaksi sosial dan kepuasaan diri.

Leung (Yair dan Berry, 2014) menyatakan bahwa orang yang kesepian cenderung tidak mau mengambil resiko untuk berhubungan sosial langsung secara face-to-face yang ia takutkan membuat dirinya merasa tersingkirkan.

Selain itu, orang yang kesepian cenderung lebih banyak menggunakan media internet untuk berinteraksi karena mereka berfikir bahwa lewat media online, mereka merasa lebih mudah untuk terbuka, merasa dekat, dan merasa lebih friendly.

Orang oraang yang berpikir seperti itu cenderung lebih memilih masuk kedalam media online saat ia kesepian.

Jadi nih kawaaannn, banyaknya kamu online dan seberapa banyak temenmu si dunia maya gak berarti kamu merasa gak kesepian.

Bisa jadi kamu tetep merasa kesepian walopun temenmu di facebook banyak…

Jadi niihhh kalo boleh saran, main aja sama temenmu yang “nyata”. Ke pantai kek, ke gunung, atau jalan jalan ke mall

So, ayo lebih berani berinteraksi secara nyata dan kurangi bermain internet!

Referensi:
Yair Amichai-Hamburger dan Barry H. Schneider. 2014. “Loneliness and Internet Use”. The Handbook Of Solitude: Psychological Perspectives on Social Isolation, Social Withdrawal, and Being Alone. Oxford: John Wiley

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS