[PSIKOLOGIKA] BUAT YANG MERASA SELALU PALING BENAR

[PSIKOLOGIKA] BUAT YANG MERASA SELALU PALING BENAR

Pernahkah Anda mempunyai kawan yang merasa paling benar dan tahu segalanya? Tapi, mengapa beberapa kawan kita yang benar-benar mampu dan kompeten memilih untuk diam? Ada sebuah fenomena dalam psikologi yang disebut “Dunning-Kruger Effect”

Secara garis besar, Dunning-Kruger Effect didefinisikan sebagai bias kognitif di mana seorang individu yang tidak terampil menderita superioritas ilusi, mereka keliru akan tingkat kemampuan mereka dan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali mereka sendiri.

Ciri dari seseorang yang mengalami Dunning dan Kruger effect ini adalah; cenderung berlebihan menilai tingkat keahliannya, tidak mampu untuk mengenali keahlian diri orang lain, tidak mampu untuk mengenali aspek buruk dari ketidakcakapannya, serta mengenali dan mengakui kekurangan keahlian diri.

Penyebab dari Dunning-Kruger Effect yang paling besar adalah ego. Tidak ada satu orangpun yang berpikir dirinya adalah orang yang tidak mempunyai kemampuan sehingga mereka akan meningkatkan penilaian mengenai dirinya.

Cara yang dapat kita lakukan untuk menghadapi Efek Dunning-Kruger ini adalah berpikir kritis terhadap apa yang menjadi kemampuan diri kita sendiri, logis dalam berpikir dan selalu berada dalam kerendahan hati.

Sumber: Dunning, David; Kerri Johnson, Joyce Ehrlinger and Justin Kruger (2003). Why people fail to recognize their own incompetence (PDF). Current Directions in Psychological Science 12 (3): 8387. doi:10.1111/1467-8721.01235.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI
#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

SELAMAT DATANG ADEK!

SELAMAT DATANG ADEK!

Eh adek. Iya, adek. Iya, kamu. Selamat sudah lolos SBMPTN!

SELAMAT DATANG DI PRODI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET!❤

Jangan lupa juga ya buat hubungi Rifka (085729138765/rifkanuraini) dengan format Nama lengkap_asal sma_prodi_no hp_id line dan jangan lupa sertakan screenshot bukti hasil SBMPTN☺

Selamat datang adekku!
Kami tunggu di rumah kita, Psikologi FK UNS😊💖

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI
#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA] SPOTLIGHT EFFECT

[PSIKOLOGIKA] SPOTLIGHT EFFECT

Pernah gak sih misalnya baju kamu merasa bahwa banyak banget orang yang sedang memperhatikan kamu, apalagi saat baju kamu sedang tidak nyaman atau sedang mengalami hal memalukan?

Fenomena tersebut bernama spotlight effect. The Spotlight effect adalah istilah yang dimaksudkan dengan kecenderungan di mana Anda merasa semua orang sangat memperhatikan penampilan, perilaku dan membuat kamu harus tampil sempurna.

Banyak sekali penelitian mengenai fenomena ini. Salah satunya Penelitian oleh Gilovich, Kruger, dan Medvec. Dalam penelitian tersebut, peneliti menyuruh para peserta memakai baju yang ada gambar wajah orang lalu berjalan ke sebuah ruangan yang isinya murid-murid yang sedang menghadap pintu. Setelah para peserta keluar dari ruangan tersebut, mereka disuruh memberi perkiraan tentang berapa murid yang dapat mengingat gambar di baju nya. Sedangkan para murid ditanya apa mereka dapat mengingat siapa gambar orang di baju tersebut. Ternyata peserta terlalu melebih-lebihkan jumlah murid yang dikira bakal ingat gambar orang tersebut.

Jadi kenapa kita mengira bahwa orang-orang memperhatikan kita?

Gilovich dan kawan-kawan menyimpulkan hal itu terjadi karena kita terlalu fokus pada diri sendiri. Kita terlalu fokus pada diri sendiri dan kita kesulitan dalam menyadari bahwa orang lain tidak terlalu fokus pada kita.

Kesimpulannya adalah tidak perlu terlalu memikirkan pendapat orang lain berlebihan, be yourself!

Sumber : Gilovich, T., Medvec, V., & Savitsky, K. (2000). The spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one’s own actions and appearance. Journal of Personality and Social Psychology, 78 (2), 211-222 DOI: 10.1037//0022-3514.78.2.211

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI
#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA] BECANDA BOLEH GA SIH?

[PSIKOLOGIKA] BECANDA BOLEH GA SIH?

Tahu gak sih, ternyata humor buat mahasiswa sangat bermanfaat apalagi saat akan menghadapi ujian!!! 🤔

Bagi beberapa mahasiswa ujian merupakan mimpi buruk yang menakutkan. Perut mereka akan terasa sakit apabila memikirkan ujian. Walaupun mereka sudah banyak belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian tetapi ketika menempuh ujian itu tetap saja gelisah, berkeringat dan sering harus ke kamar mandi.

Penelitian yang dilakukan oleh Sarason & Davidson menemukan bahwa mahasiswa yang mempunyai kecemasan tinggi cenderung mendapat skor yang lebih rendah daripada skor mahasiswa yang kurang cemas.

Menurut penelitian dari Zulkarnain & Ferry Novliadi Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam mengatasi tekanan dan rasa cemas dalam menghadapi suasana ujian. Salah satu cara yang dipakai adalah dengan mengembangkan humor.

Nah sekarang tahu kan apa yang harus kalian lakukan saat mau ujian, humorin aja! 😉

Sumber : Zulkarnain, F. N. (2009). Sense of Humor dan Kecemasan Menghadapi Ujian di Kalangan Mahasiswa . Kedokteran Nusantara Volume 42 y No. 1 , 48-54.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA]  HOARDING DISORDER

[PSIKOLOGIKA] HOARDING DISORDER

Kamu sering numpuk barang lama? Mungkin kamu hoarding disorder! Perlu baca ini nih!

Hah? Hoarding disorder? Itu apa sih?
Jadi, hoarding disorder itu adalah gangguan yang melibatkan perilaku menimbun yang kompulsif, rendahnya pengorganisasian barang dan ketidakmampuan untuk membuang barang yang telah ditimbun.

Terus penderita hoarding disorder kayak gimana?
Penderita hoarding disorder mengalami penurunan kemampuan kognitif dalam hal kecepatan pemrosesan informasi, pembuatan keputusan, dan prokrastinasi.
Iya, prokrastinasi tau kan? *di PSIKOLOGIKA yang kemaren itu lohh

Penderita gangguan ini biasanya merasa sulit membuang barang yang telah ditimbun dan merasa terganggu dengan perasaan bahwa mereka akan membutuhkan barang yang harus dibuang di kemudian hari.

Jadi, kalo emang udah gak berguna dibuang aja, di daur ulang juga boleh tuh.

Referensi: King, L. A. (2017). The Science of Psychology: An Appreciative View (3rd ed.). New York: McGraw-Hill Education.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

Apakah kamu tahu ada salah satu gangguan psikologi yang namanya OCD?
Apa sih OCD itu? 🤔

OCD atau Obsessive Compusive Disorder adalah gangguan psikologi yang terdiri dari sikap dan pemikiran yang berulang, dan dorongan yang tidak tertahankan bagi individu.
OCD menampakkan gejala higienis yang berlebihan, mengecek segala sesuatu secara berulang-ulang, dan menginginkan semua berjalan tepat tanpa ada kesalahan.
Wah wah wahh.. tapi biasanya orang-orang penyandang OCD itu bagaimana ya? ❓❓
Penyandang OCD dikenal dengan sikap yang tertutup, sensitive, tidak toleran, tidak suka humor, dan sukar berteman.
Penyebab OCD sendiri apa yaa?
Sebenarnya, ada banyak hal yang mungkin menyebabkan OCD. Bisa dari lingkungan, didikan, dan pola asuh orang tua memberi pengaruh terhadap berkembangnya OCD dalam diri seseorang.

Wah jangan-jangan aku OCD 😱

Tenanggg
Kalau ada kecenderungan untuk selalu mengecek sesuatu secara berulang-ulang, membersihkan sesuatu secara berlebihan, merapihkan barang sesuai susunannya jangan langsung dijustifikasi sebagai OCD yaa. Karena, dalam memutuskan suatu gangguan psikologis perlu profesional (psikolog). Kalau kamu merasa ada gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas, cari bantuan dan jangan mendiagnosa diri sendiri yaaa 😊

Referensi: Amdan, Prama Yudha, dkk. (2012). “Konstruksi Identitas Sosial Penyandang Obsessive Compulsive Disorder”. Jurnal UNPAD. 1(1):1-17

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

Ingat kasus yang menimpa Ahok, Habib Rieziq, Pasangan yang disangka mesum lalu dihakimi? Apa pemicu kasus-kasus tersebut?

Komunikasi.

Tahukah bahwa komunikasi tak selalu efektif?

Ujaran kebencian adalah salah satu penghambat komunikasi efektif.

4 faktor pemicu ujaran kebencian:

  1. Loyalitas terhadap individu/kelompok
  2. Adanya interest/kepentingan tertentu
  3. Lemahnya/lambatanya penegakan hukum
  4. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum

Ujaran kebencian dapat menjadi berbahaya karena dapat dapat menjadikan perekusi di dunia nyata.

Hasil pendataan Southeast Asia Freedom Of Expressuon Network menunjukkan hasil sebagai berikut:

Januari 2017, 7 kasus persekusi; Februari 2017, 3 kasus persekusi; Maret 2017, 3 Kausu persekusi; April 2017, 13 kasus persekusi; Mei 2017, 43 kasus persekusi.

Penyebarannya:

Januari 2017 : beberapa kota di Jawa,

Februari 2017 :ke  kalimantan,

Maret-April 2017: ke Sumatera,

Mei 2017 : hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Ujaran kebencian dan persekusi diatur dalam kajian yuridis, meskipun dalam UU maupun KUHP tidak secara terang-terangan menyebutkan perihal kata “ujaran kebencian” ataupun “persekusi”.

Ujaran kebencian diatur dalam :

– UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

– UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Persekusi diatur dalam :

– Pasal 351 KUHP

– Pasal 170 KUHP

Ayo kita jadi warganet yang BIJAK :

  • Berpendapat secara dewasa
  • Ilmu media literasi terapkan dengan baik, pastikan sumber informasi dapat dipercaya.
  • Jangan mudah termakan emosi dan melontarkan kalimat-kalimat “nyinyir”
  • Aksi main hakim sendiri, bendung dan cegah.
  • Kritis, tabayyun, jangan mudah termakan hoax dan provokasi

 

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Apanya yang tutup?🤔 Wah ternyata Taman Cerdas udah mau penutupan nih semester ini😄
Jangan lewatkan CLOSING TC besok. Sst! Bakal ada yg beda loh!

Tanggal : Rabu, 23 Mei 2018
Waktu : 15.30 – 17.00 WIB
Tempat : Taman Cerdas Pucangsawit
Kegiatan :
✓ Closing TC
✓ Bagi-bagi takjil
✓ Dan ada kolaborasi bareng @doingproject (Gerakan sosial “Dongeng Keliling Project”)

Seru kan? Jangan ragu, ayok dateng, kami tunggu ya🤗

#ClosingTC
#SocialLeader
#DaretoInspire

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”
—————————
Line: @himapsiuns
IG: @psikologi_uns
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA]  Internet membuatku Kesepian

[PSIKOLOGIKA] Internet membuatku Kesepian

Aku punya banyak temen di Facebook

Instagramku yang follow beratus-ratus bahkan.

Notifikasiku gak pernah sepi!

Tapi,

Yakin kamu gak kesepian?

Yakin kalo temenmu di dunia maya itu temenmu beneran?

Ternyata, berbagai studi menemukan bahwa penggunaan internet yang berlebihan berhubungan dengan peningkatan level depresi dan kesepian, dan menurunkan level interaksi sosial dan kepuasaan diri.

Leung (Yair dan Berry, 2014) menyatakan bahwa orang yang kesepian cenderung tidak mau mengambil resiko untuk berhubungan sosial langsung secara face-to-face yang ia takutkan membuat dirinya merasa tersingkirkan.

Selain itu, orang yang kesepian cenderung lebih banyak menggunakan media internet untuk berinteraksi karena mereka berfikir bahwa lewat media online, mereka merasa lebih mudah untuk terbuka, merasa dekat, dan merasa lebih friendly.

Orang oraang yang berpikir seperti itu cenderung lebih memilih masuk kedalam media online saat ia kesepian.

Jadi nih kawaaannn, banyaknya kamu online dan seberapa banyak temenmu si dunia maya gak berarti kamu merasa gak kesepian.

Bisa jadi kamu tetep merasa kesepian walopun temenmu di facebook banyak…

Jadi niihhh kalo boleh saran, main aja sama temenmu yang “nyata”. Ke pantai kek, ke gunung, atau jalan jalan ke mall

So, ayo lebih berani berinteraksi secara nyata dan kurangi bermain internet!

Referensi:
Yair Amichai-Hamburger dan Barry H. Schneider. 2014. “Loneliness and Internet Use”. The Handbook Of Solitude: Psychological Perspectives on Social Isolation, Social Withdrawal, and Being Alone. Oxford: John Wiley

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSYCHOMERCH] NOTEBOOK

[PSYCHOMERCH] NOTEBOOK

▪Buku
💵 20k
》Spiral putih

Buruan pesan ke CP sebelum tutup PO-nyaaa 😉
Yakali enggak 😏

CP : Akhwina
Line : akhwina_
WA : 087735177717

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns
IG: @psikologi_uns
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS