[PSIKOLOGIKA] BECANDA BOLEH GA SIH?

[PSIKOLOGIKA] BECANDA BOLEH GA SIH?

Tahu gak sih, ternyata humor buat mahasiswa sangat bermanfaat apalagi saat akan menghadapi ujian!!! 🤔

Bagi beberapa mahasiswa ujian merupakan mimpi buruk yang menakutkan. Perut mereka akan terasa sakit apabila memikirkan ujian. Walaupun mereka sudah banyak belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian tetapi ketika menempuh ujian itu tetap saja gelisah, berkeringat dan sering harus ke kamar mandi.

Penelitian yang dilakukan oleh Sarason & Davidson menemukan bahwa mahasiswa yang mempunyai kecemasan tinggi cenderung mendapat skor yang lebih rendah daripada skor mahasiswa yang kurang cemas.

Menurut penelitian dari Zulkarnain & Ferry Novliadi Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam mengatasi tekanan dan rasa cemas dalam menghadapi suasana ujian. Salah satu cara yang dipakai adalah dengan mengembangkan humor.

Nah sekarang tahu kan apa yang harus kalian lakukan saat mau ujian, humorin aja! 😉

Sumber : Zulkarnain, F. N. (2009). Sense of Humor dan Kecemasan Menghadapi Ujian di Kalangan Mahasiswa . Kedokteran Nusantara Volume 42 y No. 1 , 48-54.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA]  HOARDING DISORDER

[PSIKOLOGIKA] HOARDING DISORDER

Kamu sering numpuk barang lama? Mungkin kamu hoarding disorder! Perlu baca ini nih!

Hah? Hoarding disorder? Itu apa sih?
Jadi, hoarding disorder itu adalah gangguan yang melibatkan perilaku menimbun yang kompulsif, rendahnya pengorganisasian barang dan ketidakmampuan untuk membuang barang yang telah ditimbun.

Terus penderita hoarding disorder kayak gimana?
Penderita hoarding disorder mengalami penurunan kemampuan kognitif dalam hal kecepatan pemrosesan informasi, pembuatan keputusan, dan prokrastinasi.
Iya, prokrastinasi tau kan? *di PSIKOLOGIKA yang kemaren itu lohh

Penderita gangguan ini biasanya merasa sulit membuang barang yang telah ditimbun dan merasa terganggu dengan perasaan bahwa mereka akan membutuhkan barang yang harus dibuang di kemudian hari.

Jadi, kalo emang udah gak berguna dibuang aja, di daur ulang juga boleh tuh.

Referensi: King, L. A. (2017). The Science of Psychology: An Appreciative View (3rd ed.). New York: McGraw-Hill Education.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

[PSIKOLOGIKA] OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

Apakah kamu tahu ada salah satu gangguan psikologi yang namanya OCD?
Apa sih OCD itu? 🤔

OCD atau Obsessive Compusive Disorder adalah gangguan psikologi yang terdiri dari sikap dan pemikiran yang berulang, dan dorongan yang tidak tertahankan bagi individu.
OCD menampakkan gejala higienis yang berlebihan, mengecek segala sesuatu secara berulang-ulang, dan menginginkan semua berjalan tepat tanpa ada kesalahan.
Wah wah wahh.. tapi biasanya orang-orang penyandang OCD itu bagaimana ya? ❓❓
Penyandang OCD dikenal dengan sikap yang tertutup, sensitive, tidak toleran, tidak suka humor, dan sukar berteman.
Penyebab OCD sendiri apa yaa?
Sebenarnya, ada banyak hal yang mungkin menyebabkan OCD. Bisa dari lingkungan, didikan, dan pola asuh orang tua memberi pengaruh terhadap berkembangnya OCD dalam diri seseorang.

Wah jangan-jangan aku OCD 😱

Tenanggg
Kalau ada kecenderungan untuk selalu mengecek sesuatu secara berulang-ulang, membersihkan sesuatu secara berlebihan, merapihkan barang sesuai susunannya jangan langsung dijustifikasi sebagai OCD yaa. Karena, dalam memutuskan suatu gangguan psikologis perlu profesional (psikolog). Kalau kamu merasa ada gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas, cari bantuan dan jangan mendiagnosa diri sendiri yaaa 😊

Referensi: Amdan, Prama Yudha, dkk. (2012). “Konstruksi Identitas Sosial Penyandang Obsessive Compulsive Disorder”. Jurnal UNPAD. 1(1):1-17

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

Ingat kasus yang menimpa Ahok, Habib Rieziq, Pasangan yang disangka mesum lalu dihakimi? Apa pemicu kasus-kasus tersebut?

Komunikasi.

Tahukah bahwa komunikasi tak selalu efektif?

Ujaran kebencian adalah salah satu penghambat komunikasi efektif.

4 faktor pemicu ujaran kebencian:

  1. Loyalitas terhadap individu/kelompok
  2. Adanya interest/kepentingan tertentu
  3. Lemahnya/lambatanya penegakan hukum
  4. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum

Ujaran kebencian dapat menjadi berbahaya karena dapat dapat menjadikan perekusi di dunia nyata.

Hasil pendataan Southeast Asia Freedom Of Expressuon Network menunjukkan hasil sebagai berikut:

Januari 2017, 7 kasus persekusi; Februari 2017, 3 kasus persekusi; Maret 2017, 3 Kausu persekusi; April 2017, 13 kasus persekusi; Mei 2017, 43 kasus persekusi.

Penyebarannya:

Januari 2017 : beberapa kota di Jawa,

Februari 2017 :ke  kalimantan,

Maret-April 2017: ke Sumatera,

Mei 2017 : hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Ujaran kebencian dan persekusi diatur dalam kajian yuridis, meskipun dalam UU maupun KUHP tidak secara terang-terangan menyebutkan perihal kata “ujaran kebencian” ataupun “persekusi”.

Ujaran kebencian diatur dalam :

– UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

– UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Persekusi diatur dalam :

– Pasal 351 KUHP

– Pasal 170 KUHP

Ayo kita jadi warganet yang BIJAK :

  • Berpendapat secara dewasa
  • Ilmu media literasi terapkan dengan baik, pastikan sumber informasi dapat dipercaya.
  • Jangan mudah termakan emosi dan melontarkan kalimat-kalimat “nyinyir”
  • Aksi main hakim sendiri, bendung dan cegah.
  • Kritis, tabayyun, jangan mudah termakan hoax dan provokasi

 

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Closing Taman Cerdas Pucang Sawit Semester Ganjil

Apanya yang tutup?🤔 Wah ternyata Taman Cerdas udah mau penutupan nih semester ini😄
Jangan lewatkan CLOSING TC besok. Sst! Bakal ada yg beda loh!

Tanggal : Rabu, 23 Mei 2018
Waktu : 15.30 – 17.00 WIB
Tempat : Taman Cerdas Pucangsawit
Kegiatan :
✓ Closing TC
✓ Bagi-bagi takjil
✓ Dan ada kolaborasi bareng @doingproject (Gerakan sosial “Dongeng Keliling Project”)

Seru kan? Jangan ragu, ayok dateng, kami tunggu ya🤗

#ClosingTC
#SocialLeader
#DaretoInspire

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”
—————————
Line: @himapsiuns
IG: @psikologi_uns
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA]  Internet membuatku Kesepian

[PSIKOLOGIKA] Internet membuatku Kesepian

Aku punya banyak temen di Facebook

Instagramku yang follow beratus-ratus bahkan.

Notifikasiku gak pernah sepi!

Tapi,

Yakin kamu gak kesepian?

Yakin kalo temenmu di dunia maya itu temenmu beneran?

Ternyata, berbagai studi menemukan bahwa penggunaan internet yang berlebihan berhubungan dengan peningkatan level depresi dan kesepian, dan menurunkan level interaksi sosial dan kepuasaan diri.

Leung (Yair dan Berry, 2014) menyatakan bahwa orang yang kesepian cenderung tidak mau mengambil resiko untuk berhubungan sosial langsung secara face-to-face yang ia takutkan membuat dirinya merasa tersingkirkan.

Selain itu, orang yang kesepian cenderung lebih banyak menggunakan media internet untuk berinteraksi karena mereka berfikir bahwa lewat media online, mereka merasa lebih mudah untuk terbuka, merasa dekat, dan merasa lebih friendly.

Orang oraang yang berpikir seperti itu cenderung lebih memilih masuk kedalam media online saat ia kesepian.

Jadi nih kawaaannn, banyaknya kamu online dan seberapa banyak temenmu si dunia maya gak berarti kamu merasa gak kesepian.

Bisa jadi kamu tetep merasa kesepian walopun temenmu di facebook banyak…

Jadi niihhh kalo boleh saran, main aja sama temenmu yang “nyata”. Ke pantai kek, ke gunung, atau jalan jalan ke mall

So, ayo lebih berani berinteraksi secara nyata dan kurangi bermain internet!

Referensi:
Yair Amichai-Hamburger dan Barry H. Schneider. 2014. “Loneliness and Internet Use”. The Handbook Of Solitude: Psychological Perspectives on Social Isolation, Social Withdrawal, and Being Alone. Oxford: John Wiley

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

#PsikologiUNS

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

OPEN PRE-ORDER PSYCHOMERCH

OPEN PRE-ORDER PSYCHOMERCH

Siapa sih yang nggak bangga jadi bagian Psikologi UNS??
Yakali enggaak
Pengen dong punya merchandise official dari Psikologi UNS 😏

Berbahagialah kalian karena Psychomerch sudah open PO! 🎉

Open PO sampai tanggal 10 Mei 2018 yaaa 😄

▪Totebag
💵50k
》Bahan canvas
》Ukuran 30×35 cm

▪Kaos
💵 Pendek 60k
💵 Panjang 65k
💵 Size XXL/XXXL +10k
》Catton combad 30s
》Size Chart
S : 46 x 68
M : 48 x 71
L : 51 x 74
XL : 53 x 77
XXL : 55 x 80

▪Ganci
💵 10k

▪Stiker S.Psi
💵 5k
》Sticker timbul

▪Sticker tulisan
💵 3k
》Sticker tidak timbul

▪Buku
💵 20k
》Spiral putih

Buruan pesan ke CP sebelum tutup PO-nyaaa 😉
Yakali enggak 😏

CP : Akhwina
Line : akhwina_
WA : 087735177717

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns
IG: @psikologi_uns
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS

[PSIKOLOGIKA] PROKRASTINASI, APA TUH?!

[PSIKOLOGIKA] PROKRASTINASI, APA TUH?!

“Ah, gue kerjain besok lah.”

“Males, masih lama juga deadline nya.”

Sebagai mahasiswa, pasti pernah dong yang namanya menunda-nunda mengerjakan tugas. Kalimat-kalimat diatas pasti gak asing ditelinga kita.

Jujur aja, iyakan?

Jadi, menunda dalam memulai, melaksanakan, dan mengakhiri suatu aktivitas itu namanya prokrastinasi.

Nah, apa aja sih yang menyebabkan seseorang menunda mengerjakan tugasnya?

Menurut salah satu jurnal, faktor penyebab prokrastinasi itu ada dua, faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal itu ada faktor fisik, kayak lelah, ngantuk, dan capek dan ada faktor psikis. Faktor psikis ini ada 6 nih, yaitu Mahasiswa tidak mengerti tugasnya, Tidak menguasai materi tugas, muncul rasa malas, tidak bisa mengatur waktu, kurangnya minat pada mata kuliah tersebut, dan yang terakhir ada mood atau suasana hati. Selain itu juga ada penilaian subjek terhadap sifat pengajar, seperti pengajar yang killer, baik, dan kurang tegas

Faktor eksternal itu ada 7 nih, ada tingkat kesulitan tugas, tidak adanya fasilitas dalam mengerjakan, kurang referensi karena sumber yang sulit, waktu mengumpulkannya masih lama, saling mengandalkan teman, kesibukkan diluar kuliah, dan penumpukan tugas.

Dan ternyata nih, yang lebih banyak memengaruhi prokrastinasi itu dari faktor eksternal looo

Tapiiiii, bagaimanapun, menunda-nunda pekerjaan itu tidak baik dan akan berdampak buruk pada diri sendiri.

Jadi, segera kerjakan tugasnya dan beralih ke tugas yang lain yaa~~

Semangat kuliahnya~~

Sumber : Fauziah, Hana Hanifah. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruuhi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Psympathic (2)2: 123-132.

[PSIKOLOGIKA] Mempertahankan LDR

[PSIKOLOGIKA] Mempertahankan LDR

Pernah ngga sih kalian denger LDR?

 

Long distance relationship itu ketika pasangan terpisahkan jarak yang jauh guys. Jarak itu lalu bisa membatasi komunikasi, karena pasangan jarang bisa bertemu dan melakukan aktivitas bersama.

 

Rasa setia terhadap pasangan menjadi lebih sulit untuk diungkapkan, dimana individu tidak bisa melihat pasangan secara fisik dan tidak tahu keseharian pasangannya. Konflik yang ada bisa terjadi karena keterbatasan komunikasi secara langsung ini. Perasaan cemas, khawatir, curiga, kangen, kesepian dan kecemburuan dirasakan oleh pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh.

 

Kita bisa mempertahankan hubungan kita dengan yang namanya komitmen. Komitmen untuk terus bersama-sama melanjutkan hubungan dengan pasangan.

 

Komitmen yang kuat bisa tumbuh dengan cara peka. Iya..peka terhadap perasaan pasangan kita. Kita harus bersedia mendengarkan dan mau memberikan solusi atas permasalahan yang pasangan kita hadapi. Sempatkanlah waktu untuk menghubungi pasangan kita meski sekedar via media sosial. Dan yang paling penting adalah percaya pada pasangan..tahan curiga, marah-marah nggak jelas, dan sebagainya demi hubungan yang lebih panjang.

 

Sumber: Dharmawijayati,  Ratna Dyah. (2016). Komitmen dalam Berpacaran Jarak Jauh pada Wanita Dewasa Awal.  eJournal Psikologi,  4(2): 237-248

[PSIKOLOGIKA] APA IYA SIH?

[PSIKOLOGIKA] APA IYA SIH?

Apa iya sih cewek lebih gampang depresi dari cowok?

Ah ga mungkin!

Tapi, menurut Nolen‐Hoeksema dan Girgus (dalam Davison dan Neale, 2001), cewek memang lebih depresif loh daripada cowok.

Tapi kok bisa ya?

Kenapa tuuuh?

Katanya sih ya, karena cewek itu kurang asertif dan kemampuan kepemimpinannya lebih rendah dari cowok.

Dan ga cuma itu aja, cewek itu soalnya lebih sering pake coping ruminatif loh dibanding cowok. Cewek lebih memusatkan perhatiannya pada simtom‐simtom depresi yang dialaminya.

Tapi beda sama cowok, kalo cowok cenderung mengalihkannya pada beberapa aktivitas fisik, seperti menonton TV dan berperilaku agresif.

Oiya selain itu karena cewek juga kurang dominan, kurang agresif baik secara fisik maupun verbal dalam berinteraksi dengan kelompoknya.

Jadi, yang cewek hati-hati ya, hihihi

Tapi semua juga kembali kepada perbedaan individu masing-masing kok. Kalau kita sudah menemukan koping stress yang baik, kita bisa mengurangi kemungkinan depresi.

Jadi, jangan lupa selalu bersyukur dan bahagia ya~~~

Referensi:
Darmayanti, Nefi. 2008. “Meta-Analisis: Gender dan Depresi pada Remaja”. Jurnal Psikologi UGM. 35 (2): 164-180.

#WeCareWeLoveWeareHIMAPSI

HIMAPSI BERGEMA
“Bergerak Bersama Menebar Manfaat”

—————————
Line: @himapsiuns

IG: @psikologi_uns

Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Youtube: PSIKOLOGI UNS