Bernilai Akhirat

Bismillah..

Alhamdulillah.. Segala puji kehadirat Allah SWT yang masih memberi kita kesempatan untuk menyimak tulisan ini, Sholawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada Nabi besar, nabi junjungan kita, Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wassalam. Gimana nih, kabar sholih sholihah sekalian? Masih semangat di bulan – bulan terakhir kuliah? Semoga kita bisa menyelesaikan semester ini dengan baik yah.. Aamiin..

Alhamdulillah.. badai ujian dan tugas sudah berhenti menerjang yah? Eh, atau malah lagi kenceng – kencengnya nih? Hehe. Berkaitan dengan ujian nih, hayoo kalau pas lagi ujian, ngerjainnya sambil senam leher gak niih? 😀 Memang yah, ujian selalu memiliki banyak cerita, salah satunya nih, cerita dari salah seorang sahabat. Jadi gini ceritanya..

Suatu dzuhur di Musholla Al Furqon, Mesen berjalanlah dengan lunglai seorang mahasiswi psikologi UNS. “Sebel deh!”, serunya. Maka sontak teman – temannya bertanya dengan penuh empati, “Kenapa?”. Maka, berkisahlah dia bahwa mahasiswi ini ternyata habis ujian. Materi ujiannya itu hafalan sodara, mmm katanya sih lumayan banyak gitu. Soal ujiannya itu hampir semua text book alias sama persis dengan catatan. Nah, habis ujian langsung dikoreksi itu hasil ujiannya. Ternyata.. sahabat kita yang lunglai itu teman, dapet 77, Alhamdulillah.. tapi… banyak teman – temannya yang mendapat nilai 90 bahkan 100. Bukan, bukan karena sahabat kita iri dengan hasil temannya, selidik punya selidik, mereka yang dapet nilai 90 bahkan 100 itu didapatkan dari senam leher.. TT “Kan, sebel banget, sini ngafalin beneran, ngerjain sendiri cuma dapet 77, sedangkan mereka buka catetan, tanya kanan kiri, dapet 100..”, katanya sambil bersungut – sungut. Perbincangan kami berakhir disitu karena kita sama – sama bingung, hehehe.

Dibawalah kisah seru ini kepada seorang kakak, yang menurut kami mungkin bisa menjelaskan atau memberi pencerahan atas galaunya hati kami, cieeh. Setelah kami bercerita berapi – api, sang kakak yang manggut – manggut akhirnya menyahut pendek, “Nak, nilai baik itu baik, yang bernilai akhirat itu lebih baik.” Kami sejujurnya masih menunggu lanjutan statement itu, tapi ternyata hanya itu. Wajah – wajah kami yang dilanda bingung belum memancarkan pemahaman, maka masih kami bawa baik – baik kegalauan, kebingungan dengan penuh tanda tanya itu.

Berlanjutlah hingga suatu pagi, dosen kami, sebut saja Pak Adit (nama sebenarnya) merupakan salah satu dosen Psikologi Industri dan Organisasi. Sebelum memutuskan seutuhnya mendedikasikan diriya menjadi seorang dosen, beliau adalah seorang recruiter handal suatu perusahaan. Recruiter adalah seseorang yang dimintai tolong oleh perusahaan untuk mencari karyawan sesuai dengan harapan perusahaan. Bisa dibilang merekalah ‘panitia’ yang menyeleksi, mewawancarai ribuan calon karyawan yang ingin mendaftar di suatu perusahaan. Nasihat unik yang beliau sampaikan di tengah kuliah adalah “Jangan Ber IPK tinggi!”, mendengar hal itu, seisi kelas hening. “Beneran!”, kata beliau menekankan “Jika sekarang Anda sudah memiliki IPK 3,8 atau 3,7 turunkan! Turunkan! Turunkan!”, beberapa mahasiswnya hanya tertawa tak percaya, seolah dalam tawanya menyatakan, “Bercanda ini Bapak..”.

Beliau kemudian melanjutkan penjelasannya, sambil memandangi wajah – wajah bingung kami. “Apakah IPK menentukan saat seseorang mencari kerja?”, tanya beliau memulai penjelasan. “Iya!”, jawab beliau sambil mengangguk mantap. Sebab seleksi pertama kebanyakan perusahaan memang mengelompokkan CV atau curriculum vitae  seseorang berdasarkan IPK. “Kemudian apa yang terjadi?”, tanya beliau kepada mahasiswa – mahasiswanya yang masih mengerutkan kening. Ketika seorang recruiter akan melakukan wawancara, menurut penjelasan beliau, dia akan menyesuaikan pertanyaan wawancara berdasarkan IPK yang tertera di CV calon karyawan. Ketika IPK yang tertera kurang lebih 3,8, maka recruiter  akan memberikan pertanyaan yang sulit dan berekspektasi atau mengharapkan jawaban yang brilian.

“Bayangkan saja”, tutur beliau, “Bagaimana jika Anda memiliki IPK 3,8 namun ketika diwawancarai, Anda tidak dapat memenuhi harapan recruiter tersebut?”, tanya beliau sambil memberikan jeda bagi mahasiswanya untuk berpikir. “Berbeda dengan seseorang yang memiliki IPK 3,5 atau 3 lah”, ujar beliau melanjutkan, “Ketika seseorang memiliki IPK 3 atau 3,5 akan diwawancarai, maka biasanya recruiter akan menurunkan standar dan tidak terlalu berharap”. “Namun bila orang ini dapat menjawab pertanyaan wawancara dengan brilian, maka bisa saja penilaian recruiter kepada dia melebihi penilaian Anda yang memiliki IPK tinggi, namun tidak mampu memenuhi harapannya.” Kata Pak Adit sambil tersenyum, memunculkan senyum pemahaman di wajah satu dua mahasiswanya.

Hening sejenak meliputi kelas kami saat itu, hingga satu dua senyuman mengembang diantara wajah – wajah pejuang masa depan. Senyuman itu teman, menandakan munculnya suatu pemahaman baru hasil pemaknaan dari penjelasan Pak Adit tersebut. Salah seorang sahabat bergumam, “Ooh, berarti kita tidak boleh punya IPK tinggi, kalau kita tidak bisa konskuens..”. “Iya, bener banget,” sahut sahabat yang lain,”Kita boleh punya IPK tinggi asalkan bertanggung jawab..”

Demikianlah kawan, sedikit tulisan yang bisa kami bagikan kepada kawan sekalian. Bahwa apapun yang kita perjuangkan hari ini, apapun yang kita dapatkan hari ini, kelak akan dimintai pertanggung jwabannya. Di akhirat? Mmm mungkin sebelum sampai di akhirat pun, kita akan dimintai pertanggung jawabannya di dunia, di hadapan makhluk ciptaan Allah. Jadi tak perlulah menginginkan sesuatu yang bukan hak kita. Tak perlulah kita mencari – cari, mengejar seuatu yang kelak tak dapat kita pertanggungjawabkan, baik dihadapan makhluk ciptaanNya, maupun dihadapan Sang Pncipta. Maka, dalam hal ini, Dapet Nilai Baik itu Baik, Lebih Baik yang Bernilai Akhirat..

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tudak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kau tidak mengetahui.

-Q.S. Al Baqarah (2) : 216-

Pengurus Harian Tetap HIMAPSI 2015

Pengurus Harian Tetap HIMAPSI 2015

Pengurus 2015 copy

HIMAPSI 2015

Ketua : Hasan Fahrur Rozi | Dept Administrasi : Gita Yolanda | Dept Keuangan : Diny Sukmawati | KIL : Ajeng Nova Dum | KWU : Astri Fatwasari | PSDM : Ariska TD | KOMINFIO : Kartika D Aryani | PENGMAS : Fikri Fauzan | KORS : Marina Christa | KSP : Kadek Widya Gunawan | KOMJAR : Aurelia Dyah | KONAN : Zike

KARIMAH (KAJIAN RUTIN MUSLIMAH) 2014

KARIMAH (KAJIAN RUTIN MUSLIMAH) 2014

Karimah perdana berhasil kami selenggarakan pada hari Jum’at, 4 April 2014. Alhamdulillaah, meskipun pesertanya tidak terlalu banyak, namun mereka terlihat begitu antusias mengisi bangku-bangku ruang kuliah IV untuk mendapatkan ilmu mengenai ‘Haid dan Kesehatan Reproduksi’ yang disampaikan oleh anak Kedokteran UNS sendiri, Ukht. Syayma Karimah. Karena memang tema yang kami angkat untuk karimah perdana ini ialah Fiqih dan Kesehatan Wanita, untuk sekedar mengingatkan kepada teman-teman muslimah psikologi UNS, bahwa di dalam Islam begitu detail dalam memperhatikan masalah-masalah yang bersangkutan dengan perempuan sebagai wujud penghormatannya kepada muslimah. Dimaksudkan agar tema ini mampu menarik teman-teman sekalian dalam edisi-edisi karimah berikutnya.

KONAN HIMAPSI UNS kali ini bersinergi dengan Nisaa’ SKI FK UNS untuk mengadakan karimah plus-plus dengan mengusung tema ‘Kartini di Zaman Nabi’ mengingat Jum’at, 25 April 2014 ini seakan spesial dengan adanya Hari Kartini, sehingga diharapkan semangat seorang Kartini (Shahabiyah di zaman nabi) dapat ditularkan kepada teman-teman muslimah se-Fakultas Kedokteran UNS dalam karimah plus-plus ini. Ternyata benar, mereka benar-benar antusias mengikuti karimah plus-plus kali ini. Meski terpisahkan oleh jarak, teman-teman dari kebidanan, hiperkes, k3, dan pendidikan dokter pun tak rela ketinggalan kegiatan ini. Hingga ruang kuliah IV Kampus Mesen tak lagi mampu menampung peserta yang datang, sampai-sampai ada yang rela berdiri di luar ruangan. Kami merasa senang melihat teman-teman bersemangat menuntu ilmu dan tidak hanya itu mereka juga sekaligus dapat menyambung silaturahim antarprodi dalam satu Fakultas Kedokteran UNS. Apalagi pembicaranya juga merupakan alumni Fakultas Kedokteran UNS, Mbak Femi Dwi Aldini atau yang biasanya dipanggil mb Aldin.  Sehingga jalinan silaturahim dapat terjalin hingga ke alumni J. Setelah itu dari Nisaa’ FK UNS memberi oleh-oleh 30 buah kipas untuk masing-masing prodi agar dibagikan kepada teman-teman putri di lima prodi tersebut sebagai bentuk peringatan kecil Hari Kartini ~~salam hangat dari kami

Karimah edisi berikutnya ini baru bisa kami laksanakan lagi pada tanggal 6 Juni 2014, disebabkan karena beberapa kendala, di antaranya jadwal ustadzah yang telah penuh di jam-jam sholat Jum’at, selain itu di Kampus Mesen sendiri juga sering berbarengan dengan kegiatan lain, sehingga harus pandai-pandai untuk memilih waktu. Tidak beralih ke ruangan lain, kami seakan mematenkan tempat untuk karimah, yakni di ruang kuliah IV agar memudahkan teman-teman yang ingin rutin mengikuti agenda karimah.

Karimah yang akhirnya menjadi karimah penutup di semester genap ini menghadirkan kakak dari psikologi UNS sendiri, Mbak Iis Fitriatun, yang terkenal dengan semangatnya menuntut ilmu dan menghafal Alquran. Tema yang diangkatkan pun tidak jauh dari sejarah hidup sang pembicara yang akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslimah sekitar 5 tahun silam, yakni ‘Kemuliaan Wanita di Dalam Islam’. Diharapkan dengan tema ini teman-teman muslimah dari psikologi UNS dapat lebih merasakan betapa Islam benar-benar memuliakan kedudukan mereka.

 

NB : untuk yang berhalangan mengikuti agenda karimah, masih dapat menikmati ilmunya dengan membuka blog konan di kerohanianislamhimapsiuns.blogspot.com karena di sana terdapat notulensinya ^^ silakan membaca dan memetik ilmu yang ada di dalamnya

JICO DAYS 2014

JICO DAYS 2014

Jico Days merupakan proker komite kerohanian islam HIMAPSI. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, Proker Jico Days dilaksanakan setiap hari Jumat di Kampus Mesen. Program ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Muslim Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan bertujuan untuk mewujudkan kampus Psikologi UNS yang religius dengan cara menggalakkan budaya berhijab dan mengenakan baju koko di kampus Psikologi UNS.

Sampai sejauh ini proker tersebut berjalan dengan baik, bahkan para mahasiswi pun berantusias untuk ramai – ramai mengenakan jilbab, meski ada segelintir yang belum memakai hijab, khususnya pada hari Jumat dengan berbagai alasan. Untuk ikhwan, sebenarnya beberapa dari mereka sudah mengenakan baju koko, tetapi minggu berikutnya mereka malah mengenakan kemeja dan sejenisnya, bukan mengenakan baju koko lagi. Kedua hal tersebut setidaknya menjadi hambatan proker ini.

Selain kedua hambatan tersebut, terdapat satu hambatan lagi, yaitu ketidakkonsistenan penanggung jawab proker itu sendiri untuk mengajak seluruh mahasiswa muslim psikologi mengenakan jilbab dan koko di hari Jumat. Hal tersebut dikarenakan penanggung jawab proker memiliki pendapat bahwa mungkin mereka sudah mengerti bahwa hari Jumat adalah hari jico days. tetapi, pada kenyataannya, pada hari Jumat, para ikhwan tidak mengenakan baju koko, sedangkan untuk akhwatnya masih konsisten untuk mengenakan jilbab di hari Jumat, meski belum berhijab. Kemudian, ada permasalahan jarkom itu sendiri, karena ada koti dan ketua kelas yang tidak menyebar jarkom jico days. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara menyebar jarkoman ke pengurus konan yang mewakili kelasnya masing – masing sehingga efektif.

SPI 2014

SPI 2014

Seminar Psikologi Islam merupakan  acar yang rutin digelar tahunan. Pada kesempatan tahun ini Seminar Psikologi Islam yang diadakan oleh Komite Kerohanian Islam bersinergi dengan Komite PSDM. Acara ini dilebur dengan acara Pengmas (Baksos) dan KSP (Talkshow) sehingga nama acara menjadi Psychovision. Kegiatan yang banyak menghadirkan pembicara dan bintang tamu luar biasa ini diadakan pada hari Ahad, 1 Juni 2014 pukul 08.00-15.30 WIB di Convention Center Hall Paragon, Jalan Dr. Soetomo, Solo.
Acara ini bertema Daily Stress, We Build We Care We Share. Diadakan dengan tujuan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana cara menghandle stress dengan baik sehingga tidak berdampak negatif dan menghasilkan dampak positif bagi diri.
Acara yang bertajuk seminar dan talkshow ini dibagi dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama dijelaskan stress dari sudut pandang keilmuan kemudian dilanjutkan dengan stress dari sudut pandang islam. Setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi tanya jawab. Pembicara dalam acara ini antara lain: Tika Bisono, Psi. Ust. Burhan Shadiq, dan Marshanda. Selain berisi materi, kami juga menampilkan pertunjukan seni dari komunitas-komunitas yang ada di Solo seperti dari RHI, Gerkatin, Children Cancer Care, Autism Care, dll.

 

tikbis

 

ustadz

 

marshanda

 

perform

 

 

KABAR Mei

KABAR Mei

Program Kerja “Kajian Bareng” Komite Kerohanian Islam HIMAPSI ini berlanjut di bulan Mei pada tanggal 14 Mei dan 26 Mei 2014 dengan masih Ruang Serba Guna kampus prodi Psikologi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

Kajian pertama bulan Mei berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2014 dengan tema “Dzikrullah”. Melihat tema kajian kali ini perlu dibahas secara terperinci, maka kami memutuskan untuk kembali mengundang Ustadz Norma Mukti Bima Cahya sebagai pembicara kajian.

Dikarenakan kendala teknis, kajian yang kami rencanakan untuk dimulai pukul 07.00 baru bisa kami mulai pukul 07.25 pagi. Namun hal ini tidak menghalangi kebermanfaatan kajian yang dapat diambil hari itu. Materi kajian dimulai dengan pembahasan tentang makna dan hakikat dzikir yang tentunya didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an, perintah dan pembagian jenis dzikir, sampai dengan adab dan keutamaan dzikir. Tak lupa pula pemateri menyampaikan sirah-sirah nabawiyah dan salafusshalih sebagai contoh teladan nyata.

Kajian kedua bulan ini jatuh pada Senin, 26 Mei 2014. Kajian kedua ini mengambil tema khusus yaitu “Psikologi Islam” dengan Bapak Arif Tri Setyanto sebagai pemateri dan tak lain adalah dosen prodi Psikologi sendiri.

Kajian yang tadinya direncanakan untuk dimulai pukul 07.00 kami tunda selama beberapa menit untuk menunggu pemateri hadir. Setelah pemateri hadir, kajian pun dimulai. Kajian edisi spesial Psikologi Islam ini mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat baik dari para mahasiswa muslim psikologi. Higga akhir kajian, Ruang Serba Guna prodi nampak penuh sesak hingga tak terlihat satu kursi pun yang kosong. Betapa tidak, selain tema yang dibahas sesuai dengan major yang didalami mahasiswa psikologi, konsep psikologi Islam sebagai perspektif modern dalam psikologi dengan membuang konsep psikologi yang tidak sesuai dan bertentangan dengan Islam ini telah menarik banyak perhatian dari para akademisi muslim. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa kajian ini mendapat antusiasme dan sambutan yang sangat baik dari mahasiswa muslim Psikologi UNS bukan?

Psychovision 2014

Psychovision 2014

Psychovision adalah sebuah seminar berskala nasional denganl tema “Daily Stress” yang membahas tentang stress dari berbagai perspektif. Acara ini diadakan di Convention Center,  Solo Paragon yang berlangsung pada Hari Minggu, 1 Juni 2014.

Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Fakultas Kedokteran UNS ini menghadirkan pembicara Tika Bisono, Ust. Burhan Shodiq, dan Andriani Marshanda. Rangkaian kegiatan amal juga dihadirkan dalam psychovision yang diisi oleh beberapa yayasan sosial seperti Rumah Hebat Indonesia, Gerkatin, Childhood Cancer Care, Seroja dan YCHI. Peserta seminar yang hadir sebanyak 281 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Melihat stress sebagai salah satu masalah yang paling umum di zaman modern ini yang dapat dialami oleh siapapun mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, sampai pengangguran, menjadi latar belakang tema seminar yang diusung yaitu daily stress. Seminar ini juga sebagai upaya menyadarkan dan menggerakkan masyarakat secara nyata untuk berpartisipasi aktif dalam membantu meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengenali dan mengatasi daily stress.

Seminar dalam Psychovision membahas stress dari berbagai sudut pandang yang dibahas oleh tiga pembicara yang dihadirkan. Rangkaian seminar tersebut juga diikuti dengan kegiatan amal dimana yayasan yayasan sosial yang hadir menampilkan unjuk bakat dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung tersebut. Peserta seminar dapat ikut serta dalam kegiatan amal tersebut dengan memberikan sumbangan pada kotak sumbangan yang diletakkan dekat pintu masuk. Juga ada booth dari yayasan-yayasan sosial tersebut dimana peserta seminar dapat singgah sebentar pada booth tersebut untuk sekedar melihat atau mengetahui lebih mengenai yayasan sosial tersebut.

Kegiatan Gathering 2014

Kegiatan Gathering adalah kegiatan dimana seluruh mahasiswa Kristen dan Katolik Prodi Psikologi FK UNS bertemu dan saling berbagi pengalaman. Kegiatan ini diadakan untuk menyeimbangkan antara bidang akademis dan keagamaan bagi Mahasiswa Kristiani Prodi Psikologi FK UNS. Kegiatan Gathering terdiri dari dua rangkaian acara kegiatan yaitu Perayaan Paskah dan Outbond. Masing-masing kegiatan diadakan secara terpisah. Perayaan Paskah telah diadakan pada bulan Mei 2014 bertempat di Susteran Mojosongo, Surakarta dengan jumlah peserta 38 orang. Kegiatan Perayaan Paskah diselenggarakan dalam bentuk Ibadat dan ramah-tamah antar Mahasiswa Kristiani di Prodi Psikologi FK UNS. Untuk Rangkaian acara kedua berbentuk Outbond yang akan diadakan pada bulan September bertempat di sekitar lingkungan Kampus UNS.

KABAR April

KABAR April

Pada hari Kamis, 24 April 2014 lalu, Komite Kerohanian Islam HIMAPSI UNS kembali melaksanakan kegiatan Kajian Bareng yang kedua. Dengan masih bertempat di Ruang Serba Guna (RSG) kampus prodi Psikologi, kajian kali ini mengangkat tema “Tauhid” dengan Ustadz Norma Mukti Bima Cahya sebagai pemateri.

Kajian ini dimulai  pukul 07.17 pagi. Pada menit-menit pertama kajian dimulai, peserta kajian masih belum banyak yang hadir, mungkin terdapat kendala lalu lintas di perjalanan atau mungkin tidak sempat untuk hadir. Namun, seiring berjalannya kajian, peserta mulai berdatangan. Hingga pada akhir kajian, hanya terlihat beberapa kursi saja yang masih kosong di RSG tempat kajian dilaksanakan.

Kajian bertemakan Tauhid ini dibahas secara lengkap dengan bermula pada bahasan fondasi ilmu tauhid itu sendiri, berlanjut dengan kedudukan, hukum, dan macam-macamnya, hingga hikmah yang didapat dengan mempelajari Ilmu Tauhid. Setiap poin pembahasan nampak dibahas secara rinci, sehingga sampai kajian berakhir tidak ada peserta yang mengajukan pertanyaan.

Kajian selanjutnya di bulan April jatuh pada hari Rabu, 30 April 2014. Dengan masih di tempat yang sama, kajian ini bertemakan “birrul walidain” yang artinya berbakti kepada kedua orangtua, dengan Bapak Hanifullah Syukri sebagai pemateri—yang tidak lain adalah dosen prodi psikologi sendiri.

DSCN2554

Kajian dimulai dengan beberapa ayat Al-Qur’an beserta tafsirnya sebagai dasar pembahasan, dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang sangat atraktif oleh pemateri. Kajian kali ini mendapat antusiasme yang sangat baik dari para mahasiswa muslim. Selain karena tema yang diangkat merupakan tema yang menarik, penyampaian materi oleh Bapak Hanifullah Syukri yang selalu menjadi dosen favorit para mahasiswa ini dinilai meninggalkan kesan dan manfaat tersendiri di kalangan para mahasiswa yang menjadi peserta kajian.