[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

[ HASIL DISKUSI PUBLIK ] PERSEKUSI DALAM DUNIA MAYA

Ingat kasus yang menimpa Ahok, Habib Rieziq, Pasangan yang disangka mesum lalu dihakimi? Apa pemicu kasus-kasus tersebut?

Komunikasi.

Tahukah bahwa komunikasi tak selalu efektif?

Ujaran kebencian adalah salah satu penghambat komunikasi efektif.

4 faktor pemicu ujaran kebencian:

  1. Loyalitas terhadap individu/kelompok
  2. Adanya interest/kepentingan tertentu
  3. Lemahnya/lambatanya penegakan hukum
  4. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum

Ujaran kebencian dapat menjadi berbahaya karena dapat dapat menjadikan perekusi di dunia nyata.

Hasil pendataan Southeast Asia Freedom Of Expressuon Network menunjukkan hasil sebagai berikut:

Januari 2017, 7 kasus persekusi; Februari 2017, 3 kasus persekusi; Maret 2017, 3 Kausu persekusi; April 2017, 13 kasus persekusi; Mei 2017, 43 kasus persekusi.

Penyebarannya:

Januari 2017 : beberapa kota di Jawa,

Februari 2017 :ke  kalimantan,

Maret-April 2017: ke Sumatera,

Mei 2017 : hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Ujaran kebencian dan persekusi diatur dalam kajian yuridis, meskipun dalam UU maupun KUHP tidak secara terang-terangan menyebutkan perihal kata “ujaran kebencian” ataupun “persekusi”.

Ujaran kebencian diatur dalam :

– UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

– UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Persekusi diatur dalam :

– Pasal 351 KUHP

– Pasal 170 KUHP

Ayo kita jadi warganet yang BIJAK :

  • Berpendapat secara dewasa
  • Ilmu media literasi terapkan dengan baik, pastikan sumber informasi dapat dipercaya.
  • Jangan mudah termakan emosi dan melontarkan kalimat-kalimat “nyinyir”
  • Aksi main hakim sendiri, bendung dan cegah.
  • Kritis, tabayyun, jangan mudah termakan hoax dan provokasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *