27  Maret 2013

Hujan datang di kala senja, aku terduduk menanti para sahabat. Sejenak ku berpikir mengenai mereka, mereka yang dulu penuh semangat juang demi mengubah masa depan bangsa. Ya, sekarang mereka dikenal sebagai Pahlawan Reformasi. Semua berawal dari tangan-tangan mahasiswa yang sepenuhnya menyadari tentang sesuatu yang terbaik bagi bangsanya. Sekarang, aku yang telah menjadi seorang mahasiswa, ingin berpikir tentang masa depan bangsa ini kelak, mungkin aku belum cukup tangguh untuk membela bangsa ini, tapi aku yakin bisa membuat bangsaku ke arah yang lebih baik dengan pemikiranku.

Mungkin hujan di hari para mahasiswa berguguran, jatuh satu demi satu untuk masa depan para Raja dan Ratu di masa depan, yaitu anak-anak yang masih kecil di bangsa yang besar ini dan anak-anak yang belum terlahir di bangsa ini. Anak-anak itulah Sang Raja dan Sang Ratu yang akan membawa bangsa ini menuju masa keemasannya. Tapi, tetap saja, hujan yang aku lihat hari ini terasa berbeda, mungkin hujan ini bukan hujan perubahan yang sama ketika para mahasiswa-mahasiswaa yang hebat itu berguguran demi bangsanya. Hujan di sore ini, tetaplah hujan perubahan, karena masih ada kami, para mahasiswa yang bisa hadir dan mengisi era reformasi ini berkat perjuangan para mahasiswa terdahulu.

Mimpi negeri yang ideal masih terus hidup bersama kami

LET’S MAKE THE UTOPIA COME TRUE J

End this never ending dreams

W.D 2012

Sumber : Buku Curhat HIMAPSI

Leave a Reply

Your email address will not be published.