Halo teman-teman Psikologika, apa kabarnya? Semoga baik-baik selalu ya. Siapa nih yang udah pernah nonton drama korea It’s Okay not To Be Okay? Menurut teman-teman gimana? Menarik bukan alurnya? nah lalu, apakah teman-teman tahu apa itu Butterfly Hug? Tentu saja yang udah pada nonton drama korea It’s Okay not To Be Okay nggak asing lagi pastinya ya. Bagi yang masih asing, yuk kita simak Psikologika malam ini!
Drama korea It’s Okay not To Be Okay atau yang dikenal juga dengan judul Psycho but It’s Okay itu memiliki alur cerita yang unik dan sangat relate dengan ilmu
psikologi. Dalam drama tersebut digambarkan seorang perempuan penulis dongeng (Ko Moon Yeong) yang memiliki gangguan anti sosial dan seorang perawat laki-laki yang ada di bangsal psikiatrik (Moon Gang Tae). Keduanya bertemu dan saling menyembuhkan luka emosional dan psikologis satu sama lain. Ada satu adegan dimana Moon Gang Tae mengajarkan teknik relaksasi kepada Ko Moon Yeong untuk mengontrol emosi yang dikenal dengan sebutan “Butterfly Hug”.
Butterfly hug atau pelukan kupu-kupu merupakan bentuk stimulasi mandiri untuk meredam rasa cemas dan membuat diri menjadi lebih tenang. Metode ini dikembangkan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero ketika menolong para korban yang selamat dari badai besar di Acapulco, Meksiko pada tahun 1998 (Alodokter.com).
Awalnya, metode pelukan kupu-kupu diajarkan kepada korban badai Pauline di Meksiko pada tahun 1998 lalu. Metode ini diklaim efektif untuk membantu para korban pulih dari trauma yang mereka alami. Dari situlah, butterfly hug kemudian dipakai sebagai salah satu perawatan untuk mengobati kecemasan, terutama bagi penderita trauma. Penyembuhan diri menggunakan metode pelukan kupu-kupu merupakan salah satu cara penerimaan diri dengan memberikan sugesti kepada diri kita sendiri agar merasa lebih baik. Sehingga cara ini dapat mengatasi trauma individu tanpa bantuan orang lain. Metode Butterfly Hug yang biasa dilakukan pada diri sendiri juga bisa diterapkan dengan cara memeluk orang lain dan memberikan kata-kata yang menenangkan disertai dengan konsep meditasi yang memusatkan penderita gangguan jiwa pada nafas dan kata-kata yang diucapkan (Arviani et al., 2021).
Tentu saja sebagai manusia kita pernah ya mengalami yang namanya cemas, khawatir yang berlebihan, takut, atau merasakan emosi-emosi yang sulit dikendalikan. Nah, teknik butterfly hug bisa menjadi pertolongan pertama ketika seseorang mengalami perasaan yang meluap ini. Teknik ini dapat membuat pikiran menjadi tenang dan tubuh menjadi rileks, sehingga rasa cemas dan khawatir bisa bengasur-angsur mereda, begitu juga dengan gejala-gejala gangguan kecemasan lainnya. Butterfly hug juga diketahui mampu mengatasi kecemasan pada seseorang yang mengalami PTSD atau gangguan stres pascatrauma ketika ingatan terhadap peristiwa traumatis dihadirkan dalam pikirannya dan menyebabkan ia tekanan emosi. Teknik ini juga diketahui efektif untuk meredakan gejala PTSD pada anak yang menderita kanker loh teman-teman!
Selain untuk menenangkan, ternyata teknik pelukan kupu-kupu ini dapat membantu mengurangi rasa sakit. Ada suatu penelitian dimana si peneliti menggunakan laser untuk menghasilkan nyeri layaknya tusukan jarum pada 20 peserta. Ketika para peserta menyilangkan tangan seperti sedang memeluk diri sendiri, rasa sakit yang mereka alami berkurang. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa teknik ‘butterfly hug’ yang diterapkan secara rutin dapat membuat anak yang tadinya kurang mampu memahami dan mengendalikan emosinya menjadi lebih mahir dalam memahami emosi diri dan temannya. Selain itu, dapat menumbuhkan rasa toleransi tinggi, tolong menolong, serta bekerja sama.
Nah setelah kita tau beberapa manfaat praktis dai teknik butterfly hug tentu saja kita juga ingin mempraktikkan ketika sedang mengalami tekanan emosi, ya kan? Berikut tips and tricks yang bisa diberikan untuk teman-teman psikologika!
1) Silangkan kedua tangan di depan dada. Letakkan ujung jari di lengan tangan atas.
2) Tutup mata dan lakukan sambil mengatur napas.
3) Lakukan gerakan menepuk-menepuk tangan secara perlahan sampai kedua telapak tangan seperti mengepakkan sayap kupu-kupu.
4) Gerakan mengapakkan sayap dilakukan dengan menarik napas pelan-pelan dan mengembuskan napas pelan-pelan juga. Lakukan gerakan ini selama 30 detik atau lebih hingga merasa lebih tenang.
5) Berhenti jika perasaan sudah baik dan tubuh menjadi jauh lebih rileks. Teknik ini bisa kita lakukan dimana saja. Namun alangkah lebih baik jika memilih tempat nyaman dan tidak terlalu ramai agar tidak terganggu sehingga bisa cepat mencapai ketenangan.

Daftar Pustaka
Arviani, H., Subardja, N. C., & Perdana, J. C. (2021). http : josar . unisbablitar . ejournal .
web . id Mental Healing in Korean Drama “ It ’ s Okay to Not Be Okay ”
Copyrights @ Balitar Islamic University , Blitar-Indonesia http : josar .
unisbablitar . ejournal . web . id. 7(1).
Alodokter.com (2020, 15 September) diakses dari
https://www.alodokter.com/mengenal-butterfly-hug-teknik-untuk-menjaga-
kestabilan-emosi

Leave a Reply

Your email address will not be published.