DEFINISI PARAFILIA
parafilia (paraphilia) berasal dari bahasa Yunani, para artinya (pada sisi lain) dan philos artinya (mencintai). Parafilia dapat diartikan sebagai aktivitas seksual yang tidak pada umumnya, atau mengalami penyimpangan seksual.
“Penyimpangan seksual” merujuk pada perilaku seksual yang dianggap menyalahi aturan yang sudah ditetapkan (hukum, agama, dan kebiasaan) termasuk fitrah dan akal sehat.

JENIS – JENIS PARAFILIA
1. Fetisisme, Yaitu ketergantungan seseorang pada objek yang tidak hidup untuk memperoleh rangsangan seksual. Penderitanya kebanyakan laki -laki dan gangguan ini biasanya muncul pada masa remaja.

2. Pedofilia, yaitu orang dewasa yang mempunyai kepuasan seksual melalui kontak fisik dan seksual dengan anak-anak di bawah umur yang tidak memiliki hubungan darah dengannya. Pedofilia lebih lebih banyak diderita oleh laki-laki daripada perempuan.

3. Incest, Mengacu pada hubungan seksual antara keluarga dekat dimana pernikahan tidak diperbolehkan antara mereka. Contohnya antara kakak dan adik kandung, dan bentuk lain yang umum dan dianggap lebih patologis adalah ayah dengan anak perempuan.

4. Voyeurisme, Adalah preferensi yang nyata untuk memperoleh kepuasan seksual dengan melihat orang lain dalam keadaan tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual. Orang yang mengalami gangguan ini akan mengalami kepuasan seksual dengan melakukan masturbasi, baik saat melihat kejadian atau sesudahnya.

5. Eksibisionisme, Memperoleh kepuasan seksual dengan menunjukkan alat kelaminnya pada orang lain yang tidak menghendakinya, terkadang pada anak-anak. Biasanya mulai pada masa remaja.

6. Frotteurisme, Yaitu orientasi seksual dengan menyentuh orang lain yang tidak dikenal. Pelaku mungkin menggosokkan alat kelaminnya pada paha atau pantat seorang perempuan, atau memegang payudara atau alat kelamin perempuan. Serangan ini biasanya dilakukan pada tempat-tempat yang memungkinkan pelaku melarikan diri, misalnya di bus yang ramai atau jalanan.

7. Sadisme, adalah preferensi mendapatkan atau meningkatkan kepuasan seksual dengan cara menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Seksual sadisme merupakan paraphilia yang memiliki kesamaan karakteristik dengan psikopat, yaitu ditandai oleh perasaan tidak berperasaan, kemarahan, dan empati yang rendah.

8. Biseksual, adalah gangguan orientasi seksual yang ditandai dengan rasa tertarik terhadap lawan jenis dan sesama jenis. Biseksual secara anatomic dan fisiologis tidak ada problem, tapi lebih kepada gangguan orientasi seksualnya.

9. Zoophilia, digunakan untuk merujuk pada perbuatan seks dengan binatang. Berbeda dengan jenis parafilia di atas, zoofilia mencari kepuasan seksual tidak dengan manusia, tapi dengan binatang (baik jantan atau betina).
10. Transvestisme, Penyimpangan seksual transvestisme merupakan seorang pria heteroseksual yang akan mendapat kepuasan seksual dengan berdandan sebagai wanita.Mereka akan mengenakan pakaian wanita atau berdandan dengan make up.

Parafilia: Mengapa Berbahaya?
Dalam perspektif teologis, maupun tinjauan psikologis, saintis dan medis menunjukkan bahwa prilaku parafilia ini dapat mengganggu kesehatan, mental, merusak moral dan dapat mengancam keberlangsungan species manusia. Apabila prilaku parafilia timbul akibat faktor lingkungan atau pengalaman (nurture), maka prilaku tersebut bisa disembuhkan. Namun, apabila merujuk kepada ganggunan genetik (nature), maka parafilia sulit disembuhkan dan hanya bisa diberi obat, sebagaimana down syndrome.

Cara yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari penyimpangan seksual
1) Mengajarkan pendidikan seks sejak dini pada anak.
2) Mulai dari mendidik pola prilaku yang dibenarkan agama hingga pengenalan organ tubuh, dan bagaimana cara merawat serta menjaganya dari gangguan luar.
3) Orang tua seharusnya tidak hanya memberikan larangan pada anak, tapi juga mengajarkan tentang bagaimana menjaga dan melindungi dirinya (baik sisi kesehatan, gangguan orang lain, termasuk dari benda-benda).

Referensi
Fathonah. (2016). Parafilia: Nature atau Nurture? (Tijauan Teologis dan Psikologis). Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 13, 284-308. Retrieved from https://ejournal.iainsurakarta.ac.id/index.php/al-araf/article/view/57
Fatmawati fadli, e. a. (2019). Apa itu psikopatologi. Banda Aceh, Indonesian: Unimalpress. Retrieved from https://repository.unimal.ac.id/4878/1/%5BFatmawati%20Fadli,%20et%20al.%5D%20Bunga%20Rampai%20Apa%20itu%20Psikopatologi.pdf
Harenski, L. C. (2011). Emotion and Morality in Psychopathy and Paraphilias,. 3(3), 299-303. doi:10.1177/1754073911402378

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *