Hai teman-teman, kembali lagi di psikologika malam ini. Pernah denger ngga istilah bulimia nervosa. Siapa nih yang punya kebiasaan makan berlebihan? Jadi, Kata bulimia berasal dari bahasa Yunani, bous yang berarti “sapi” dan limos, yang berarti “lapar”. Bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang memiliki episode berulang dalam mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dan diikuti dengan penggunaan cara-cara yang tidak pantas untuk menyeimbangkan perilaku tersebut serta mencegah kenaikan berat badan. Penderita bulimia nervosa ini biasanya memiliki perasaan tidak mampu mengendalikan perilaku makan selama episode makan secara berlebihan, ketakutan berlebih akan peningkatan berat badan, dan penekanan berlebih pada citra diri yaitu bentuk tubuh dan berat badan. Kelainan ini lebih sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Hal-hal yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah, kadang-kadang disebut pembersihan; puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan juga merupakan ciri umum. Terjadinya muntah yang terus menerus pada bulimia nervosa dapat menyebabkan iritasi di sekitar mulut yang disebabkan oleh seringnya kontak dengan asam lambung, penyumbatan saluran air liur, rusaknya enamel gigi, dan gigi berlubang. Sakit perut, hernia hiatus, terganggunya siklus menstruasi, stres pada pankreas (menyebabkan inflamasi pankreas) juga dapat menjadi akibat dari bulimia nervosa. Hmm ngeri yaa…
Faktanya, bulimia nervosa memengaruhi sekitar 3% dari wanita di Amerika Serikat. Bulimia sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh psikologi pasien, yang mengakibatkan kelainan makan. Penderita bulimia juga cenderung diet sangat ketat dan juga olahraga yang berlebihan. Ciri khas dari penderita bulimia yaitu kebiasaan mengeluarkan makanan yang dimakan dengan sangat cepat. Membersihkan atau memuntahkan makanan ini diperkirakan sebagai aksi untuk mengurangi rasa benci atau rasa bersalah karena sudah binge (berulang-ulang). Pasien berobsesi untuk membersihkan diri mereka dari makanan itu, sehingga makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh.
Para ahli meyakini ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit ini, yaitu masalah keluarga, perilaku maladaptif, pertentangan identitas diri, budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik. Seorang pasien penyakit bulimia dalam melakukan pesta makan diduga terdorong oleh depresi atau stress terhadap sesuatu yang berhubungan dengan berat badan, bentuk badan ataupun makanan. Mereka menganggap bahwa makan merupakan kegiatan paling menyenangkan dan bisa menghilangkan depresi. Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung sementara karena akhirnya mereka kembali membenci makanan serta marah atas kontrol diri terhadap pesta makan yang kurang. Kebencian ini membuat mereka terobsesi untuk membersihkan makanan tersebut dari tubuh. Aksi pembersihan biasanya berlangsung seketika, tetapi pada beberapa penderita bulimia melakukan pembersihan pada beberapa periode setelahnya.
Sama halnya dengan anoreksia, bulimia selalu berhubungan dengan kontrol diet ataupun penurunan berat badan. Penderita bulimia biasanya terlalu memperhatikan berat badan, selalu merasa kurang percaya diri dengan berat badan sehingga cenderung melakukan diet berlebih. Lalu apa perbedaan anoreksia dan bulimia? Bedanya dengan penderita anoreksia, penderita bulimia memiliki berat badan yang lebih stabil sehingga penyakit ini jarang diketahui oleh masyarakat umum. Gejala ini susah dideteksi dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa? Proses makan berlebihan terkadang adalah hal umum yang dalam masyarakat. Makan merupakan kegiatan yang menyenangkan, bisa menghilangkan stres atau depresi. Selain itu, setiap orang juga memiliki nafsu makan berbeda, sehingga makan dengan jumlah banyak tersebut kadang kala adalah hal yang normal.

Daftar Pustaka
Nevid, Jeffrey S. , Rathus, Spencer A., Greene, Beverly. (2014). Psikologi Abnormal Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Hetty krisnani, Meilanny Budiarti Santoso, Destin putri. (2017) Gangguan Makan Anorexia Nervosa Dan Bulimia Nervosa Pada Remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 390 – 447.

Leave a Reply

Your email address will not be published.