[Psikologika] Kerasukan dalam Psikologi

Pernahkan Anda menyaksikan fenomena kesurupan? Atau mungkin Anda/kerabat Anda pernah mengalaminya?

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kesurupan? Bagaimana fenomena ini dibahas dari sudut pandang psikologi?

Kesurupan sering dianggap sebagai masuknya makhluk/roh halus ke dalam tubuh seseorang, sehingga ia dapat berperilaku seperti berteriak-teriak tidak wajar, meraung-raung menyerupai binatang tertentu, hingga memakan pecahan kaca, mengupas kelapa menggunakan mulut, dan sebagainya. Masyarakat Indonesia yang masih kental dengan tradisi klenik dan memercayai roh halus, sangat memercayai hal ini. Padahal sebenarnya fenomena kesurupan dapat dijelaskan melalui perspektif ilmiah.

Menurut aliran psikodinamika dan penganut teori disosiatif, terjadinya kesurupan pada diri seseorang cenderung dikarenakan terdapat keinginan-keinginan yang tidak dapat terpenuhi yang kemudian ditekan ke alam bawah sadar. Selain itu, faktor kepribadian histeria juga ditengarai menjadi salah satu penjelasan dari kesurupan ini. Histeria sendiri merupakan gangguan psikologis, yang dicirikan dengan ketidaksadaran yang terjadi secara tiba-tiba disertai luapan emosi yang tidak terkendali seperti teriak-teriak, menangis, tertawa. Akan tetapi dari penelitian yang dilakukan, justru kesurupan merupakan mekanisme untuk mengekspresikan kebutuhan dan hasrat psikologis yang terpendam dan tidak terpenuhi dalam kehidupan nyata.

Ternyata kesurupan pun memiliki beberapa kategori, yaitu kesurupan religius, kesurupan kuratif, kesurupan hiburan, dan kesurupan patologis.

1. Kesurupan religius merupakan kesurupan yang terjadi dalam lingkup keagamaan, misalnya seseorang daapat kerasukan Roh Kudus sehingga ia dapat bicara/berdoa dalam bahasa yang tidak ia kuasai sebelumnya.

2. Kesurupan kuratif sifatnya untuk penyembuhan, misalnya seseorang yang memunyai “kesaktian” sehingga mampu menyembuhkan penyakit orang lain tanpa melalui tindakan medis.

3. Kesurupan patologis merupakan kesurupan yang menyebabkan stress atau gangguan pada individu. Kesurupan patologis ini terjadi secara tidak sadar dan tidak sesuai dengan norma yang diberlakukan pada masyarakat sekitarnya.

4. Kesurupan hiburan tentunya berorientasi untuk menghiburan. Kesurupan jenis ini banyak di Indonesia, khususnya pada kesenian lokal seperti kledek, jathilan, gendruwon, dan torajan ma’maro. Biasanya orang yang mengalami kesurupan saat melakukan kesenian ini dipicu oleh alunan music (misalnya gamelan) yang dapat memicu orang tersebut masuk lebih cepat ke dalam kondisi tidak sadar. Kesurupan jenis ini menggunakan ritual tertentu, dan sering kali dikaitkan dengan supranatural.

Jadi fenomena kesurupan sebenarnya bukan semata-mata disebabkan oleh adanya makhluk halus yang merasuki tubuh, melainkan interaksi dinamis antara kebutuhan psikologis yang terpendam, frustrasi, hasrat, dan faktor sosioreligius.

Sekarang sudah paham kan bagaimana penjelasan ilmiah dari kesurupan?

Sumber:

Rahardanto, M. S., & Subandi. (2012). From acute pain to intense elation: The psychological dynamics of five individuals who experienced spirit posession. Jurnal Psikologi Volume 39, No. 1, 25-45.

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *