[Psikologika] Neurobic? Demensia? Apa Kaitannya?

Dunia abad 21 menghadapi fenomena meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia di tiap negara. Salah satu ancaman serius untuk kaum lansia ini adalah demensia, yaitu berkurangnya fungsi memori secara drastis akibat kematian neuron di areal korteks dan hipotalamus pada otak. Kerugian akibat demensia di AS saja diperkirakan sebesar 640 miliar dolar per tahun. Tapi, kini ada sebuah alternatif cara untuk mencegah demensia dan memperbaiki kondisi penderitanya, yaitu NEUROBICS!

Apa itu neurobics? Neurobics adalah seperangkat latihan otak yang melibatkan indera dan perasaan dengan mengubah pola hidup sehari-hari.

Sebuah studi di Thailand mencoba mempraktikkan neurobics pada sekelompok  lansia wanita penderita demensia. Hasilnya, para peserta menunjukkan hasil yang lebih baik secara signifikan. Mengapa??? Karena, dalam neurobics, subjek dilatih untuk mengombinasi pemakaian dua atau lebih indera berbeda setiap hari selama berulang ulang. Perlakuan ini menstimulasi fungsi areal lobus (frontal, parietal, occipital, temporal), diensefalon, dan sistem limbik. Selain itu, neurobics termasuk aktivitas kognitif, yang mampu mengefektifkan stimulasi bagian otak yang mengatur fungsi ingatan dan pemrosesan informasi. Neurobics juga dikemas dalam bentuk-bentuk kegiatan yang santai dan menyenangkan, sehingga peserta merasa rileks dan gembira.


Referensi:
Kanthamlee, Saifon dan Sripankaew, Kanid. (2013). Effect of neurobic exercise on memory enhancement in the elderly with dementia. Journal of Nursing Education and Practice, 4(3).

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *