Selama WFH sering enggak si merasa segala sesuatunya berantakan? Kerjaan enggak selesai, kebanyakan scrolling sosmed, atau rebahan doang. Nah, ini tandanya kita perlu segera meningkatkan self-management kita nih. Ha? Apa?

Self-management adalah sebuah teori yang ditemukan oleh Bandura pada tahun 1970. Self-management ini memiliki arti, menurut Gie, adalah sesuatu yang mampu membawa ke arah tercapainya tujuan hidup dengan segenap kegiatan dan langkah untuk mengatur dan mengelola diri sebaik mungkin. Jadi, self-management ini adalah cara kita untuk dapat sepenuhnya mengendalikan keberadaan diri kita, yang berupa fisik dan emosi.
1. Pemantauan diri (self-monitoring)
Kemampuan individu untuk dapat mengamati seluruh masalah dan pencapaian dari perilaku disiplin dan tanggung jawab yang dilakukan.
2. Reinforcement positif (self-reward)
Perilaku positif yang diberikan pada diri setelah memenuhi perilaku tanggung jawab dan disiplin sebagai penghargaan pada diri sendiri ataupun orang lain.
3. Kontrak atau perjanjian dengan diri sendiri (self-contracting)
Sebuah komitmen yang diberikan pada diri mengenai hal-hal yang akan dicapai apabila ia mengerjakan tugasnya atau tidak yang dapat menggunakan bantuan orang lain pula.
4. Penguasaan terhadap rangsangan (stimulus control)
Penataan kembali individu atas perilaku disiplin yang telah diinginkan yang disesuaikan dengan rangsangan lingkungan kerjanya.

Tips meningkatkan self-management
1. Tidak menunda-nunda pekerjaan
2. Membuat skala prioritas
3. Mengakui kesalahan diri
4. Evaluasi diri dan hal-hal yang dilakukan.
5. Fokus pada hal-hal yang dapat kamu kontrol
6. Mempraktikkan mindfulness
7. Tidak multitask

Skill yang perlu dimiliki untuk membangun self-management
Dalam membangun self-management, diperlukan beberapa skill yang akan mempermudah kita, yaitu ini nih:
1. Kejelasan peran, yaitu memperjelas tanggung jawab kita dalam sebuah pekerjaan
2. Penyelarasan tujuan, yaitu dengan menyejajarkan tujuan kita pribadi dengan tempat kira menempa diri
3. Perencanaan strategis, kemampuan untuk memahami apa yang perlu kita lakukan dalam mendukung kegiatan kita
4. Pengaturan prioritas, kemampuan untuk mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan untuk dapat mencapai tujuan kita.
5. Self-awareness, kemampuan untuk secara sadar mengakses pikiran, keinginan, dan perasaan kita yang dapat membantu dalam mengendalikan perilaku.
6. Regulasi emosi, kemampuan untuk sadar akan perasaan kita yang menjadi prasyarat kita dapat mengaturnya.
7. Self-care, kemampuan untuk merawat diri, karena tanpa kita melakukan perawatan diri kita hal itu akan mengikis kapasitas kita untuk melakukan sesuatu.

Sumber
Munro, I. (2021). What Is self-management, and how can you improve it? Betterup.com. https://www.betterup.com/blog/what-is-self-management-and-how-can-you-improve-it
Oktaviana, R. (2015). HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN SELF MANAGEMENT PADA IBU BEKERJA DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG – Bina Darma e-Journal. Binadarma.ac.id. https://doi.org/http://eprints.binadarma.ac.id/3589/1/04%20107-116%20Rina_Subjective%20well%20being%20dan%20self%20management.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published.