[Psikologika] Wanita dan Stress?

“Wanita lebih memilih menjadikan makan sebagai pelampiasan stress daripada pria”

Hasil penelitian selama tahun 2007 sampai 2010 menyatakan, 31% dari sekitar 900 koresponden wanita menyatakan hal tersebut.
Sedangkan hanya 21% dari sekitar 700 koresponden pada pria yang menjadikan makan sebagai pelampiasan stress.

Wanita juga terbukti memakan lebih banyak dari biasanya atau memakan makanan tidak sehat karena stress daripada pria.

Hal diatas diBuktikan dengan hasil 49% dari wanita dengan jumlah koresponden yang sama.
Dan hanya 30% pada pria.

Dalam jurnal lain dijelaskan bahwa naiknya tekanan darah dan perubahan mood saat stress akan memengaruhi pola makan, terutama pada wanita dan yang tengah diet.

Dalam jangka pendek stres memang dapat mematikan nafsu makan. Struktur dalam otak yang disebut hipotalamus memproduksi hormon corticotropin, yang menekan nafsu makan. Otak juga mengirimkan sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin. Adrenalin membantu menicu respon “fight or flight” tubuh — kondisi fisiologis yang mengesampingkan kebutuhan akan makanan secara sementara.

Namun, jikaa stres terjadi berkepanjangan, otak justru memerintahkan kelenjar adrenal untuk melepas kortisol, yang berperan dalam peningkatan nafsu makan dan juga motivasi secara umum, termasuk motivasi untuk makan. Stres juga mengacaukan kerja hormon pengatur nafsu makan, ghrelin. Sehingga saat stress berkepanjangan justru makan lebih banyak.

Sumber :
http://www.apa.org/news/press/releases/stress/2010/gender-stress.aspx

Http://www.health.harvard.edu/newsletter_article/why-stress-causes-people-to-overeat

Psychosom Med. 2000 November-Desember; 62 (6): 853-65.
Stres dan makanan pilihan: studi laboratorium.

 

HIMAPSI SEJATI
” Selaras Berjuang Dalam Satu Hati ”
————————-
Twitter: @psikologiuns
IG: @psikologi_uns
Line: @qos1543q
Web: himapsi.fk.uns.ac.id
Ask.fm: psikologiuns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *